Perbedaan Begin dan Start: Panduan Lengkap untuk Pelajar Bahasa Inggris

Kampung Inggris Pare menjadi masyur namanya karena telah terbukti mencetak ribuan orang dalam menguasai keterampilan bahasa Inggris yang baik. Suasana yang kondusif serta budaya yang unik di Pare membuat proses belajar bahasa Inggris menjadi semakin menyenangkan dan optimal.

Bagikan

Daftar isi

begin dan start

Saya pertama kali benar-benar paham perbedaan antara “begin” dan “start” saat sedang ngobrol dengan teman dari New York di tahun kedua mengajar bahasa Inggris. Dia bilang, “Saya jarang banget pakai ‘begin’ dalam conversation biasa. Itu terlalu formal.”

Sejak saat itu, saya jadi tertarik mengulik kenapa sih dua kata yang basically berarti “mulai” ini dipakai berbeda? Dan ternyata, ini bukan soal grammar doang. Ini soal konteks, nuance, dan bagaimana native speakers benar-benar menggunakan bahasa mereka.

Hari ini saya mau share semua yang saya pelajarin selama puluhan tahun ngajar dan interact dengan native speakers. Ini bukan sekadar “begin formal, start informal” ini lebih dalam dari itu.

Kalau Anda terburu-buru:

  • Begin: Lebih formal, written English, situasi serious
  • Start: Casual, spoken English, operasional (mesin, bisnis, perjalanan)
  • Bisa dipakai sama? Hanya di beberapa konteks (acara, film, kegiatan)

Tapi kalau Anda mau benar-benar mengerti mengapa dan kapan, lanjut baca.

Apa Sih Sebenarnya Begin dan Start?

Sebelum masuk ke perbedaan, kita clarify dulu: keduanya adalah kata kerja (verb) yang berarti “memulai” atau “mulai”. Dalam dictionary, mereka almost interchangeable.

Tapi dipenggunaannya, mereka beda.

Saya perhatiin ini jelas banget waktu saya membaca email profesional dari klien Inggris versus SMS casual mereka. Email-nya selalu pakai “begin”. Tapi SMS-nya? Always “start”.

Perbedaan Utama Begin vs Start

1. Formalitas Level (Ini yang Paling Penting)

Begin = lebih formal, serious tone

Start = casual, everyday language

Contoh konkret:

Begin (Formal):

  • “The ceremony will begin at 6 PM sharp.” (Acara akan dimulai jam 6 sore tepat.)
  • “We need to begin the negotiation soon.” (Kita perlu segera memulai negosiasi.)
  • “The academic year begins in September.” (Tahun akademik dimulai di September.)

Konteks: Acara resmi, dokumen formal, situation yang important.

Start (Casual):

  • “When should we start the meeting?” (Kapan kita mulai meeting?)
  • “I’m gonna start my workout now.” (Aku mau mulai workout sekarang.)
  • “What time does the movie start?” (Jam berapa filmnya mulai?)

Konteks: Conversation sehari-hari, situasi casual, planning activity.

2. Cara Menggunakan untuk Operasi (Machine, Business, Usaha)

Ini unique rule yang penting: Untuk “menjalankan” atau “mengoperasikan” sesuatu, HANYA bisa pakai “start” tidak dapat menggunakan “begin”. Saya dulu salah pakai ini waktu ngajar, dan native speaker langsung mengoreksi saya.

Contoh yang BENAR:

  • “Can you start the car?” (Bisa nyalain mobilnya?)
  • “I need to start this software.” (Aku perlu jalanin software ini.)
  • “Let’s start the business project.” (Mari kita mulai project bisnis.)

Contoh yang SALAH:

  • “Can you begin the car?” (TIDAK bisa)
  • “I need to begin this software.” (TIDAK bisa—terdengar aneh)
  • “Let’s begin the business.” (TIDAK bisa—harus start)

Kenapa? Karena “begin” terlalu formal dan abstract. Ketika Anda literally turning something on atau operating something, harus pakai “start” yang lebih concrete dan actionable.

3. Untuk Perjalanan dan Usaha (Journey, Adventure, Business)

Untuk konteks “memulai” perjalanan, petualangan, atau usaha baru, start adalah pilihan yang lebih natural, meski begin juga technically bisa.

Contoh:

  • “They’re starting a new restaurant.” (Mereka lagi buka restoran baru.)
  • “I want to start my own business.” (Aku mau buka usaha sendiri.)
  • “We start our journey tomorrow.” (Kita mulai perjalanan besok.)

Contoh-Contoh Penerapan pada Kehidupan Sehari-hari

Saya akan kasih situasi nyata supaya lebih jelas.

Situasi 1: Rapat/Meeting di Kantor

Casual/Informal:

  • “Let’s start the meeting.” (Casual, banyak orang bilang gini)
  • “Can we start?” (Langsung to the point)
  • “Let’s get started.” (Paling casual)

Formal/Professional:

  • “Shall we begin the meeting?” (Formal, jarang dipakai)
  • “We shall begin momentarily.” (Very formal, almost pompous)

Real talk: Di kantor modern, bahkan professional environments, kebanyakan orang pakai “start”. “Begin” terasa old-fashioned.

Situasi 2: Film, Pertunjukan, Event

Di sini, keduanya bisa dipakai, tapi ada nuance-nya.

Begin:

  • “The movie will begin in 5 minutes.” (Lebih formal, sering di announcement)
  • “The ceremony begins at sunset.” (Event yang special/important)

Start:

  • “What time does the show start?” (Casual question)
  • “The concert starts at 8.” (Everyday conversation)

Kalau announcement di bioskop atau official statement, begin terasa lebih appropriate. Kalau casual chat, start lebih natural.

Situasi 3: Pekerjaan/Project

Project yang baru:

  • “Let’s start the new project.” (Natural)
  • “Let’s begin the new project.” (Bisa, tapi less common in workplace)

Shift/Jam kerja:

  • “I start work at 8 AM.” (Paling natural)
  • “I begin work at 8 AM.” (Formal, old-fashioned)

Kerjaan yang serious/formal:

  • “We will start the audit next week.” (Standard)
  • “We will begin the audit next week.” (Also fine, tapi less used)

Grammar Deep Dive Irregular vs Regular Verb

Ini penting untuk written English dan grammar tests. Keduanya punya bentuk berbeda:

Form Begin Start
Present begin(s) start(s)
Past began started
Past Participle begun started
Present Participle beginning starting

Contoh dalam Kalimat

Begin (Irregular):

  • Simple Present: “The class begins at 7.” (Pelajaran dimulai jam 7)
  • Past: “The class began at 7.” (Pelajaran dimulai jam 7)
  • Perfect: “The class has begun.” (Pelajaran sudah dimulai)
  • Gerund: “Beginning English is hard.” (Memulai bahasa Inggris itu sulit)

Start (Regular):

  • Simple Present: “The class starts at 7.” (Pelajaran dimulai jam 7)
  • Past: “The class started at 7.” (Pelajaran dimulai jam 7)
  • Perfect: “The class has started.” (Pelajaran sudah dimulai)
  • Gerund: “Starting English is hard.” (Memulai bahasa Inggris itu sulit)

Menarik ya? Makna dan penggunaanya beda, tapi di beberapa tense mereka bisa fully interchangeable.

Phrasal Verbs dengan Begin dan Start

Native speakers sering pakai phrasal verbs dengan “start”. Begin? Jarang banget.

Start + Prepositions (Lebih Umum)

  • Start with: “Let’s start with the basics.” (Mari kita mulai dari basics)
  • Start up: “She started up her own company.” (Dia mendirikan perusahaan)
  • Start off: “He started off as an intern.” (Dia mulai sebagai intern)
  • Start out: “They started out in a small garage.” (Mereka dimulai di garasi kecil)

Begin + Prepositions (Kurang Umum, Lebih Formal)

  • Begin with: “Begin with an introduction.” (Formal, banyak di textbook)
  • Begin to: “It began to rain.” (Mulai hujan—ini standar)

Perhatiin: “start to” vs “begin to” bisa interchangeable, tapi “start -ing” dan “begin -ing” punya perbedaan nuance:

  • “It started raining.” (Casual, conversational)
  • “It began raining.” (Slightly more formal)

Kesalahan Umum Yang Sering Saya Dengar

Setelah ngajar puluhan tahun, saya lihat pattern kesalahan yang sama berulang:

1. Pakai “Begin” Untuk Operasi Mesin

❌ “Can you begin the computer?” (SALAH)
✅ “Can you start the computer?” (BENAR)

Ini kesalahan yang banyak dibuat karena di sekolah diajarkan “begin = formal = lebih baik”. Padahal tidak! Untuk operasi fisik, harus start.

2. Begin Dalam Conversation Casual

❌ “When does the movie begin?” (Technically correct, tapi awkward dalam casual chat)
✅ “When does the movie start?” (Natural)

Native speakers akan paham maksudnya, tapi bakalan terasa formal/unnatural.

3. Tidak Pakai Start untuk Usaha/Business

❌ “My brother is beginning a restaurant.” (Tidak salah, tapi uncommon)
✅ “My brother is starting a restaurant.” (Natural choice)

4. Kebingungan dengan “Begin To” vs “Start To”

Keduanya bisa:

  • “It began to rain.” (Formal)
  • “It started to rain.” (Casual)
  • “It started raining.” (Paling casual)

Tapi di Indonesia, banyak yang hanya tahu “begin to” dari grammar books. Padahal “start to” dan especially “started raining” lebih natural dalam real English.

Seberapa Sering Native Speakers Pakai Begin?

Saya pernah research ini lewat corpus (dataset besar yang track word usage). Hasilnya surprising:

Dalam casual spoken English:

  • Start muncul ~3-4x lebih sering daripada begin
  • Begin mostly muncul di written formal English (business emails, news, academic)
  • Begin almost tidak pernah di casual conversation

Ini important insight untuk Anda: kalau Anda mau sound seperti native speaker, pakai “start” di conversation. Save “begin” untuk formal writing doang.

Kapan Pakai Begin vs Start?

Konteks Begin Start Bisa Keduanya?
Acara formal (ceremony, event) ✅ Lebih baik ✅ OK Ya
Casual conversation ❌ Awkward ✅ Natural Tidak
Menjalankan mesin/operasi ❌ Salah ✅ HARUS Tidak
Memulai bisnis/usaha ◆ Jarang ✅ Natural Ya, tapi start lebih common
Meeting/rapat casual ❌ Formal ✅ Natural Tidak
Perjalanan/adventure ◆ Jarang ✅ Natural Ya, tapi start lebih common
Written formal English ✅ Natural ✅ OK Ya
Email profesional modern ◆ Jarang ✅ Natural Ya, tapi start lebih modern
Academic writing ✅ Natural ✅ OK Ya, sama-sama acceptable

Kunci Utama adalah Memahami Konteks

Yang paling penting untuk dipahami: tidak ada rule absolut yang bilang “kapan harus begin, kapan harus start”.

Yang ada adalah naturalness dan context appropriateness.

Native speaker tidak berpikir, “Oh, ini formal, jadi saya pakai begin.” Mereka just naturally prefer start untuk casual, dan begin accidentally comes up dalam formal writing.

Saya baru appreciate ini benar-benar saat living di English-speaking country dan lihat bagaimana natives benar-benar pakai language. Di textbook, semuanya terasa sama-sama acceptable. Di reality? Ada clear preference based on context.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanya

Q: Apakah saya salah pakai begin dalam conversation casual?

A: Tidak salah secara grammar, tapi terdengar unnatural. Native speakers akan paham, tapi akan aware bahwa Anda bukan native speaker. Kalau Anda target sounding natural, pakai start.

Q: Boleh gak pakai begin dalam email profesional?

A: Boleh, bahkan sometimes terdengar lebih professional. Tapi di era modern, start juga fully acceptable dan lebih relaxed. Tergantung tone yang Anda target.

Q: Kenapa begin jarang di phrasal verbs?

A: Good observation. Begin adalah verb yang lebih abstract dan formal. Phrasal verbs lebih kolokial. Native speakers naturally prefer start karena lebih concrete dan versatile dengan prepositions.

Q: Adakah perbedaan British English vs American English?

A: Interesting question. Tidak ada perbedaan significant antara British dan American. Keduanya prefer start dalam casual speech. Begin lebih formal di both, tapi mungkin slightly more common dalam British formal writing.

Q: Harus hapal semua rule ini?

A: Tidak perlu. Yang penting: Start untuk casual dan operasi. Begin untuk formal. Itu sudah cover 95% cases. Nuance lainnya akan natural kalau Anda exposed ke English lebih banyak.

Setelah semua penjelasan ini, point terbesarnya adalah jangan overthink.

Kalau Anda uncertain, pakai “start”. Itu safe, natural, dan akan benar di 99% situasi. “Begin” adalah luxury word untuk formal contexts dan honestly, dalam era modern, even formal English semakin cenderung menggunakan “start”.

Yang paling penting bukan sempurna grammar tapi effective communication. Kalau orang paham Anda, Anda sudah berhasil berkomunikasi dengan baik. Tapi sekarang Anda sudah tahu nuancenya, saya percaya Anda akan lebih aware terhadap penggunaannya, dan akan lebih berkomunikasi secara natural.

Saya dulu sangat memperhatikan tentang pakai “begin” vs “start” sampai akhirnya saya menyadari bahwa native speakers sendiri tidak begitu peduli selama konteksnya appropriate. Mereka lebih care tentang meaning dan communication clarity daripada mana verb yang dipilih.

Jadi master the basics (start untuk casual, begin untuk formal), expose diri ke authentic English materials, dan let naturalness come dengan time. Semoga artikel ini membantu Anda understand (atau start understanding? 😄) nuance antara dua kata ini. Ikuti juga sosial media KILC, agar kalian ga ketinggalan informasi menarik lainnya!

So buat kalian yang ingin improve kemampuan bahasa inggrismu dengan lingkungan yang sangat mendukung, kalian bisa daftarkan dirimu di sini!!!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Responses

    1. bisa kak, atau bisa juga pakai start ya, seperti :
      How do we start?
      How do we begin?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel yang relevan

Dengarkan pengalaman LC-ers yang telah berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka!

perbedaan kata live dan stay

PERBEDAAN LIVE DAN STAY: Panduan Lengkap untuk Belajar Bahasa Inggris

Banyak orang yang belajar bahasa Inggris merasa bingung kapan pakai live dan stay karena dua kata ini dalam bahasa Indonesia

Selain Sebagai Kata Kerja, “Do” Bisa Digunakan Untuk Idiom Dan Ungkapan Lho

Do Artinya: Panduan Lengkap Untuk Pemula

Ketika saya pertama kali belajar bahasa Inggris, ada satu kata yang membuat saya paling frustasi. Kata itu adalah “do”. Sederhana

Nama-Nama Benda dalam Bahasa Inggris: Dari Rumah, Kantor, hingga Kehidupan Sehari-hari

Kamu pasti sering mengucapkan nama benda dalam percakapan keseharian sebab keberadaannya berada di sekitarmu. Namun, pada era sekarang sekadar mengetahui

Daftar isi