M. Afnan Beasiswa Tahfidz Februari 17
Untuk Konsultasi dan Informasi Pendaftaran :(0354) 396 561
 

Muhammad Afnan, Awardee Beasiswa Tahfidz LC Kampung Inggris Pare Februari 2017

penerima beasiswa kampung inggris februari 2017

Halo semuanya, bagaiman kabar kalian hari ini? Kali ini kita ingin memperkenalkan salah satu penerima beasiswa tahfidz periode Februari 2017 dengan kategori 30 juz yaitu Muhammad Afnan Abdillah. Seperti apa proses nya untuk bisa lolos beasiswa LC Kampung Inggris Pare ini dan apa yang membuatnya sangat ingin untuk belajar di Kampung Inggris Pare? Yuk mari kita berkenalan lebih dekat, cekidot.

Muhammad Afnan Abdillah atau lebih dikenal dengan nama Apen merupakan mahasiswa aktif yang saat sedang menjalani semester enam di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Salatiga. Sudah lama ingin belajar di Pare, sebelumnya Mr Apen ini juga sempat berkuliah di PSQ Jakarta dan dari sanalah dia mendapatkan informasi mengenai beasiswa tahfidz LC Kampung Inggris Pare. Kemudian dia mencobanya di liburan semester empat tetapi ternyata pada percobaan pertamanya dia belum beruntung untuk mendapatkan beasiswa ini. Pada bulan (Desember) daftar lagi tetapi masih belum beruntung, pada Januari pun masih belum beruntung. Namun keinginannya yang kuat dan juga disertai dengan nasihat dari sang Ibu dia bertekad untuk terus mencoba mengirimkan berkas-berkas penerimaan beasiswa. Pada akhirnya apllyment yang dilakukan untuk beasiswa periode Februari mengantarkan dia menjadi salah satu penerima beasiswa Tahfidz dengan kategori 30 Juz.

Terlahir dari seorang Ibu yang juga seorang hafidz Al Qur’an sejak kecil dia sudah terbiasa untuk berada di lingkungan yang mengajarkan segala kebaikan Al Qur’an. Meskipun berada dilingkungan yang terbiasa dengan Al Qur’an orang tuanya tidak memaksakan dirinya untuk menjadi seorang tahfidz mereka hanya selalu memberikan pendidikan mengenai pentingnya Al-Qur’an dan manfaat bagi kehidupannya. Ketertarikan terhadap Al Qur’an semakin besar ketika Mr Apen melihat anak-anak yang usianya masih berada dibawahnya sudah bisa menghafal Al Qur’an dan bisa membacanya dengan baik. Dari sini lah dirinya semakin terpacu untuk belajar lebih dalam dan mulai  menghafalkan Al Qur’an pada saat dirinya berada di bangku kelas satu sekolah menengah pertama. Membutuhkan waktu sekitar 7 sampai 9 tahun untuk dirinya bisa menghafalkan 30 juz Al Qur’an ini, dia terus berjuang mulai dari bangku SMP sampai dengan lulus SMA dan melanjutkan pengabdian selama 2 tahun di pondok pesantren.

Motivasi terbesarnya dalam menghafal Al Qur’an ini adalah untuk bisa memberikan kebaikan kepada orang tuanya nanti untuk bisa memberikan tempat terbaik untuk kedua orang tuanya. Selain itu dia juga ingin meneruskan jejak Ibunya untuk bisa menjadi seseorang yang memfasilitasi siapa saja yang ingin menghafalkan Al Qur’an sebagi guru mengajai dan menjembatani mereka-mereka yang tidak bersekolah non formal yang ingin meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih lanjut. Untuk bisa menghafalkan Al Qur’an ini bukan tanpa cobaan dan godaan. Godaan masa remaja untuk mengenal dan mendekati seorang perempuan pun ternyata pernah menghampirinya. Tetapi hal itu dengan mudah segera diatasinya. Hal yang terberat ketika proses menghafal Al Qur’an di dua tahun terakhir adalah ketika dia berada di pondok pesantren dan mendapatkan kabar bahwa ayahnya mengalami sakit yang mengharuskan dirinya siap menemani setiap waktu. Akhirnya dia memutuskan untuk bolak-balik dari Salatiga-Yogyakarta untuk bisa meneruskan proses menghafalnya sekaligus bisa menemani sang ayah yang sedang sakit. Mr Apen selalu mengingat motivasi awalnya ketika menghafal Al Qur’an sehingga ketika cobaan dan godaan datang dia selalu berusaha untuk tetap bisa melanjutkan proses hafalnnya. Usaha kerasnya pun membuahkan hasil, saat ini dia sudah bisa menjadi seorang Hafidz Al Qur’an yang selalu berkeinginan untuk mengamalkan semua ilmu yang dimilikinya ini dalam kehidupan sehari-harinya.

Banyaknya teman-teman yang pada akhirnya menentukan pilihan untuk hanya fokus dengan hafalan Al Qur’annya dan mengobarkan sekolah formalnya sehingga hanya memiliki bekal paket B dan paket C saja menjadi motivasi terbesar Mr Apen sangat ingin untuk bisa belajar di Kampung Inggris ini. Menurut Mr Apen pendidikan lain pun sangat penting, termasuk pendidikan bahasa inggris ini. Dirinya yakin bahwa seorang tahfidz yang juga menguasai bahasa inggris dan bidang ilmu lain akan mendapatkan nilai yang semakin lebih ketika terjun untuk melanjutkan kuliah ataupun pada saat terjun didunia kerja. Kampung Inggris Pare ini dirasa menjadi tempat yang tepat untuk membekali ilmu bahasa inggris pada dirinya. Selain belajar mengenai materi bahasa inggris dia juga ingin mempelajari mengenai metode pembelajaran yang digunakan di Kampung Inggris ini agar nantinya bisa mentransfer ilmunya kepada teman-teman yang berasal dari daerah yang sama. Setelah masa belajar di LC Kampung Inggris ini selesai dia ingin membawa segala yang didapatkannya di sini untuk bisa dibagikan ke teman-teman yang membutuhkannya dan berharap bisa memotavasi teman-temannya yang lain untuk terus belajar dasar ilmu lainnya salah satunya adalah bahasa inggris sebagai modal menghadapi era globalisasi ini.

“ Pengetahuan akan semakin tinggi ketika kita bisa berbagi dengan orang lain dan menjadikannya lebih bermanfaat dengan tidak hanya memendamnya untuk diri sendiri.”

Nah, itu tadi guys cerita dari Mr Apen awardee beasiswa tahfidz periode Februai 2017 mengenai proses menghafalnya dan juga motivasinya untuk belajar bahasa inggris di Pare. Kamu yang bisa juga melanjutkan perkenalan dengan Mr Apen melalui video dibawah ini dengan ditemani oleh Mr Abdi:

Perjalanan hidup seseorang memang tidak ada yang mudah guys, selalu perlu usaha untuk mencapai apa yang kita inginkan. Jadi, buat kamu yang saat ini belum terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa LC Kampung Inggris jangan patah semangat terus coba dan tetap berusaha untuk mewujudkan salah satu keinginanmu ini. Semoga informasi yang kami berikan kali ini bermanfaat dan bisa menjadi pemicu untuk membangkitkan semangat kamu semua ya, see you ^^.

Profil penerima beasiswa lainnya: Burhanuddin, Awardee Beasiswa Tahfidz LC Kampung Inggris Pare Januari 2017.

 
 

Share this Post



 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *